Touring ke Dieng Dengan Sepeda Motor
Touring Motor Membelah Dieng 15 Apr @Reportase Tidak terasa #YamahaRoadWarriors telah menginjak hari ketiga, dimana etape yang dilaluinya adalah Purwokerto – Surakarta yang berjarak kurang lebih 250 km. Medan yang akan dilalui kami ini dihitung sebagai medan yang berat dan jauh. Kami akan melewati daerah pegunungan, yaitu Dataran Tinggi Dieng yang berada sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (sumber: wikipedia.com).
Awal perjalanan dari Purwokerto ke Banjarnegara, kami lewati dengan cukup mudah melalui jalan aspal yang lebar, sebagaimana jalan lain di Jawa Tengah yang lebar dan lurus. Kurang lebih 75 km dari Dieng, jalanan mulai terasa agak naik, dan terus naik sampai ke atas. Udara yang tadinya cukup panas, berangsur mulai sejuk, dingin, dan semakin dingin hingga sampai ke puncak Dieng. Suguhan alam di kiri kanan sepanjang jalan itu sungguh menakjubkan. Warna hijau sepanjang jalan sungguh menyegarkan mata yang memandang.
Jalan aspal hotmix yang berliku dan naik turun, sangat enak dilalui terutama bagi saya yang pertama kali naik ke Dieng, mengingatkan perjalanan ke Kawah Darajat di Garut, Jawa Barat. Kami harus aktif dan sigap dalam mengendalikan motor selama melalui jalanan menuju Dieng tersebut. Karena terkadang jalan mengecil, turun atau naik begitu panjang, dan tiba-tiba belok menukik sambil menanjak. Apalagi terkadang ada kendaraan lain yang mengangkut hasil bumi Dieng seperti kentang dan sayuran lainnya, membuat kami harus senantiasa bersiap-siap mengambil berbagai kemungkinan bermanuver.
Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing platform sekarang juga
Terkadang juga jalan lurus dan kelihatan jalan lain yang akan dilalui, disertai pemandangan indah di kiri dan kanan jalan. “Alloohu Akbar…..,” saya berteriak sekeras-kerasnya, ketika melalui jalan mulus, panjang, dan terlihat jalur lainnya serta pemandangan sangat indah di depan mata. Berkali-kali saya berteriak karena saking gembiranya dari apa yang dilihat, deru motor yang dinaiki, dan udara sejuk yang meresap ke dalam tubuh. taruhan bola merupakan website judi bola. Hamparan perbukitan berwarna hijau yang menyegarkan, luasnya tanaman kentang dan sayuran lainnya, dimana terkadang terlihat sekelompok petani yang mengangkut hasil panennya dengan mobil kolbak (pickup terbuka), tidak bosan saya lihat. Pada akhirnya, kami sampai di komplek Dataran Tinggi Dieng, dan dengan segera menumpahkan kegembiraan perjalanan yang dilalui kepada teman lainnya, bahwa saya sangat senang dan ingin lagi dan lagi untuk melaluinya.
Sajian teh manis panas dan kentang goreng, sangat pas kami lahap setibanya di komplek Dieng. Carica yang segar, yang buahnya hanya terdapat di Dieng saja, sempat kami cicipi kesegarannya, cuma sayang kami tidak sempat untuk membawanya sebagai oleh-oleh. Kemudian segeralah kami masuk ke komplek Candi Arjuna.
Luas terbentang dengan latar belakang gunung yang hijau ketika masuk ke komplek Candi Arjuna. Rumput hijau dan batuan tertata sangat rapi dan menyejukkan mata. Di kompleks Candi Arjuna tersebut terdapat 4 candi lainnya yaitu Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembrada. Kami puas-puasin untuk berfoto di kompleks Candi Arjuna tersebut. Tidak terasa waktu semakin siang menjelang sore, dan badan terasa kedinginan sehingga kami harus segera meninggalkan keindahan alam Dieng dan melanjutkan perjalanan ke Surakarta.
Awal perjalanan dari Purwokerto ke Banjarnegara, kami lewati dengan cukup mudah melalui jalan aspal yang lebar, sebagaimana jalan lain di Jawa Tengah yang lebar dan lurus. Kurang lebih 75 km dari Dieng, jalanan mulai terasa agak naik, dan terus naik sampai ke atas. Udara yang tadinya cukup panas, berangsur mulai sejuk, dingin, dan semakin dingin hingga sampai ke puncak Dieng. Suguhan alam di kiri kanan sepanjang jalan itu sungguh menakjubkan. Warna hijau sepanjang jalan sungguh menyegarkan mata yang memandang.
Jalan aspal hotmix yang berliku dan naik turun, sangat enak dilalui terutama bagi saya yang pertama kali naik ke Dieng, mengingatkan perjalanan ke Kawah Darajat di Garut, Jawa Barat. Kami harus aktif dan sigap dalam mengendalikan motor selama melalui jalanan menuju Dieng tersebut. Karena terkadang jalan mengecil, turun atau naik begitu panjang, dan tiba-tiba belok menukik sambil menanjak. Apalagi terkadang ada kendaraan lain yang mengangkut hasil bumi Dieng seperti kentang dan sayuran lainnya, membuat kami harus senantiasa bersiap-siap mengambil berbagai kemungkinan bermanuver.
Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing platform sekarang juga
Terkadang juga jalan lurus dan kelihatan jalan lain yang akan dilalui, disertai pemandangan indah di kiri dan kanan jalan. “Alloohu Akbar…..,” saya berteriak sekeras-kerasnya, ketika melalui jalan mulus, panjang, dan terlihat jalur lainnya serta pemandangan sangat indah di depan mata. Berkali-kali saya berteriak karena saking gembiranya dari apa yang dilihat, deru motor yang dinaiki, dan udara sejuk yang meresap ke dalam tubuh. taruhan bola merupakan website judi bola. Hamparan perbukitan berwarna hijau yang menyegarkan, luasnya tanaman kentang dan sayuran lainnya, dimana terkadang terlihat sekelompok petani yang mengangkut hasil panennya dengan mobil kolbak (pickup terbuka), tidak bosan saya lihat. Pada akhirnya, kami sampai di komplek Dataran Tinggi Dieng, dan dengan segera menumpahkan kegembiraan perjalanan yang dilalui kepada teman lainnya, bahwa saya sangat senang dan ingin lagi dan lagi untuk melaluinya.
Sajian teh manis panas dan kentang goreng, sangat pas kami lahap setibanya di komplek Dieng. Carica yang segar, yang buahnya hanya terdapat di Dieng saja, sempat kami cicipi kesegarannya, cuma sayang kami tidak sempat untuk membawanya sebagai oleh-oleh. Kemudian segeralah kami masuk ke komplek Candi Arjuna.
Luas terbentang dengan latar belakang gunung yang hijau ketika masuk ke komplek Candi Arjuna. Rumput hijau dan batuan tertata sangat rapi dan menyejukkan mata. Di kompleks Candi Arjuna tersebut terdapat 4 candi lainnya yaitu Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembrada. Kami puas-puasin untuk berfoto di kompleks Candi Arjuna tersebut. Tidak terasa waktu semakin siang menjelang sore, dan badan terasa kedinginan sehingga kami harus segera meninggalkan keindahan alam Dieng dan melanjutkan perjalanan ke Surakarta.
Komentar
Posting Komentar